Tebakan Jitu Togel Tingkah Laku Pemain Dalam Menghadapi Pers

Tingkah Laku Pemain Dalam Menghadapi Pers

Tingkah Laku Pemain Dalam Menghadapi Pers

Tebakan Jitu Togel – Saya terkadang berpikir bahwa scene tersebut juga terjadi saat konferensi pers yang melibatkan pemain sepak bola – saat pemain berada untuk menjawab pertanyaan pers, kebanyakan mereka cerewet, apalagi saat menghadapi seorang pemain pendiam.

Biasanya pemain akan diam dan berpindah ke pertanyaan. Di lain kesempatan, para pemain akan berpura-pura mengangkat telpon atau bermain dengan telepon selularnya. Bagi beberapa orang, konferensi pers paling menarik tentu saja yang melibatkan Marco Matterazi setelah final Piala Dunia 2006. Tujuh miliar orang ingin mengetahui apa yang dikatakannya pada Zinedine Zidane; tapi Materazzi malah berpura-pura tak mendengarkan satu pun pertanyaan, dia berjalan melewati wartawan dengan tenang sembari memaksimalkan volume music di headsetnya.

Bahkan saat pesepakbola membuka mulutnya, yang terjadi adalah pengulangan dari scene yang ada dalam layar Terminator. Ada empat atau lima pilihan bagi pemain dalam otak mereka masing-masing, mungkin mereka telah diajari pelajaran tentang media. Jadi ada beberapa opsi dalam kepala mereka : ambil sisi positif pertandingan hari ini. tidak ada pertandingan yang mudah di liga. Yang terjadi biarlah terjadi. Lawan terorganisasi dengan baik. Yah, jawaban-jawaban seperti itu yang seringkali muncul dalam konferensi pers setelah pertandingan. Terkadang tingkah laku para pemain sepakbola dalam menghadapi pers mudah dipahami apa alasan mereka. saat mereka mengatakan sesuatu yang mereka sukai dan twitter mereka banyak direspon, bisa saja celotehan mereka muncul di running teks berita sore dengan font yang tebal. Siapa yang bisa hidup nyaman dengan perlakuan seperti itu terus menerus?

Kendati demikian, dalam dunia olahraga lainnya misalnya Tour de France, ada beberapa orang yang justru senang berbicara dengan media, mereka bisa menjawab pertanyaan dengan panjang lebar. Kau dapat mewawancarai pembalap dari garis start, saat wartawan mengharapkan ekspektasi apa yang ada di kepala pembalap sebelum balapan dimulai, dan setelah garis finish, atau jika beruntung dapat menggelar wawancara dalam bus yang digunakan tim mereka. Sulit untuk mengharapkan pemain sepakbola berkata panjang lebar seperti pembalap Tour de France dimana mereka – yang masih bekeringat dan terluka setelah mengendarai sepeda 25 km – dengan kondisi ity masih bisa berkata panjang lebar pada pers. Public. Pada semua yang ingin tahu. Mereka semua menghormati media sebagai bagian dari pekerjaan mereka, meskipun itu dilakukan sesaat setelah berjuang mati-matian di lintasan balap.

Di Amerika Serikat malah lebih terbuka. Setiap pertandingan, dari pra musim hingga Super Bowl, reporter diperbiolehkan masuk ke kamar ganti. Tidak ada juga larangan berbicara bagi pemain di kamar ganti. Tim American Football tahu bahwa cara ini bisa mendekatkan mereka dengan fans. Hal ini juga dimudahkan oleh jadwal pertandingan baseball dan basketball – olahraga lain yang menjadi cabang popular di Amerika – bisa bermain beberapa kali dalam satu minggu. Frekuensi bertemu yang lebih sering dengan reporter dan para pemain bisa membangun kepercayaan satu sama lain dengan cepat. Hal tersebut berlawanan dengan kondisi yang terjadi di dunia sepakbola Eropa. Hubungan antara pemain dan reporter lebih mirip hubungan antara pemilik tanah dan pelayan. Bila sepakbola ingin menjadi olahraga nomor satu, maka para pelakunya harus semakin mendekatkan diri pada fans. Ini bisa dicapai bila membangun hubungan yang dekat dengan pers. Tebakan Jitu Togel