Nasri Paling Bahagia Dengan Kepergian Mancini

Nasri Paling Bahagia Dengan Kepergian Mancini

Nasri Paling Bahagia Dengan Kepergian Mancini

Yaya Toure mengungkapkan keadaan internal dari skuat Manchester City beberapa waktu lalu, tepatnya menjelang akhir musim 2012 – 2013 lalu, dimana pihak manajemen Manchester City akhirnya membuat keputusan tegas dengan mengakhiri kerja sama mereka dengan Roberto Mancini karena gagal untuk memberikan 1 gelar bergensi pun ke Etihad Stadium di musim terakhirnya. Menurut Yaya Toure, Samir Nasri merupakan sosok yang paling bahagia dengan kepergian Roberto Mancini dari kursi kepelatihan Manchester City. Hal tersebut berarti Samir Nasri kembali menempati posisi sebagai gelandang serang dan tidak perlu ikut menjaga garis pertahanan klub seperti yang sebelumnya diminta oleh Roberto Mancini kepadanya.

“Di musim ini, Nasri lebih fokus terhadap penyerangan tim. Ketika anda melihat dirinya saat masih berada di Arsenal, ia amat luar biasa, ia telah mendapatkan kebebasan seperti dulu saat ini di Manchester City,” ungkap Toure seperti yang dilansir dari Daily Mail. “Pellegrini telah memperbolehkan para pemain seperti dirinya untuk bisa terus melakukan penyerangan dan menikmati kebebasan dalam menentukan posisi, hal tersebut merupakan hal yang fantastis untuk dirinya sendiri dan juga untuk klub. Anda harus melihat bahwa di musim perdana sangatlah sulit untuk dirinya. Ia merupakan pemain yang bertipe menyerang, dan ketika anda mencoba untuk meminta tipikal pemain seperti dirinya untuk bertahan, akan menjadi sesuatu yang sulit untuk dirinya.” Pungkasnya.

Nasri sendiri kini seakan bangkit kembali ke performa terbaiknya dibawah kepemimpinan pelatih baru mereka Manuel Pellegrini. Tentu meranjaknya level permainan dari Samir Nasri saat ini mungkin tidak akan terjadi seandainya Roberto Mancini masih menjabat sebagai pelatih kepala Manchester City saat ini. Bersama dengan Pellegrini, Nasri kembali memberikan kontribusinya kepada klub dengan menciptakan sejumlah gold an juga assist diajang liga domestik dan juga Eropa. Di awal kepemimpinan Manuel Pellegrini di Manchester City memang merupakan masa yang cukup sulit untuk mantan pelatih Malaga tersebut untuk menemukan tempo permainan dari klub Manchester City secara keseluruhan. Namun dari pekan ke pekan, penampilan mereka meranjak konsisten dan akhirnya mampu sampai ke posisi ke peringkat ketiga tabel klasemen sementara dengan torehan 25 poin dari 13 pertandingan.

Pertandingan berikutnya yang akan dilakoni oleh Manchester City ialah kala mereka harus menghadapi klub West Bromwich Albion dalam pertandingan tengah pekan ini. Mengingat ketatnya poin di peringkat 10 besar, Manchester City harus mampu untuk terus meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut demi menjaga asa mereka terus berada di papan atas tabel klasemen hingga akhir musim nanti, mampukah Samir Nasri kembali menunjukan sihirnya dalam membantu para striker Manchester City dan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Manchester City lagi?