Berita Bola Online Di Canio Konflik Dengan O’neill

Di Canio Konflik Dengan O’neill

Di Canio Konflik Dengan O’neill

Berita Bola Online – Walaupun sudah tidak menukangi klub yang sama Paolo Di Canio mengecam mantan pelatih Sunderland sebelumnya. Adalah Martin O’Neill yang mengundang tensi sang Italia dalam peperangan adu mulut saat pertama kali bergabung dengan klub berbasis di Stadium of Lights. Di Canio meneruskan tongkat kepemimpinan O’Neill pada Maret lalu dan, sejak pertama kali bergabung, ia mengkritisi tingkat kebugaran mantan anak-anak asuhannya. Sejak ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Republik Irlandia bersama Roy Keane, O’Neill menyediakan waktunya untuk membalas kecaman dari Di Canio dengan mengatakan kalau gaya kepemimpinan pelatih asal Italia itu seperti barbar dan tidak mampu mengatur dengan baik tim asuhannya.

Di Canio, yang memimpin Sunderland terhindar dari zona degradasi pada musim lalu sebelum akhirnya harus berpisah dengan tim tersebut setelah lima pertandingan awal tanpa hasil yang positif, mengatakan: “Saya tidak tahu apa yang dikatakan olehnya. Mungkin saya bisa mengajarinya, walau saya bukan orang Inggris. “Saya menghormati pendapat Martin O’Neill namun pada kenyataannya ia berbicara setelah enam bulan, tidak sesegera mungkin, hal ini sekaligus menunjukkan kelas yang dimilikinya. Ia bukanlah seorang pelatih besar. “Seorang tukang tipu yang telah menghabiskan 40 juta pound untuk mencoba tetap berada di urutan 10 besar klub dan kemudian melihat anak-anak asuhannya secara tragis memasuki zona degradasi.”

Di Canio memahami bahwa ia mengklaim kalau pemain Black Cats berada dalam kondisi kebugaran yang tidak baik ketika pertama kali bergabung dengan kubu Wearside. “Tingkat kebugaran klub sungguh menyedihkan,” kecam Di Canio. “Bahkan saya memiliki seorang pemain yang mengatakan kalau kakinya kram hanya karena mengendarai mobil. “Bahkan dalam beberapa kesempatan, tiga pemain saya mengalami gangguan otot meski baru bermain 20 menit. Enam pemain dengan permasalahan yang sama menunjukkan kalau kondisi mereka tidak ada bugar.”

Keputusan pihak manajemen tim akhirnya memecat Di Canio setelah Sunderland dikalahkan West Bromwich Albion 3-0, sebuah hasil yang diikuti dengan aksi kecaman dari pemain-pemain senior yang tidak menyukai gaya kepelatihannya. Meski demikian Di Canio mencoba untuk meredakan hal tersebut dan mengaku tidak ada silang pendapat mengenai hal itu. “Hal itu tidak pernah terjadi,” bela Di Canio. “Ada agenda rutin, karena setiap pertandingan kami mengadakan pertemuan untuk melihat sebuah rekaman pertandingan dan menganalisa permainan kami. “Mungkin ada sedikit perbedaan pendapat, tetapi hal ini tentu menimpa semua keluarga.”

Kendati demikian tugas pertamanya bersama tim dari divisi teratas berakhir tidak seperti yang ia harapkan dan tentu saja hal ini tidak mempengaruhi tingkat kepercayaan dirinya untuk kembali mencari kesempatan membidani klub Inggris lagi. “Mungkin saya terlalu baik, tingkat kepemimpinan saya terlalu tinggi,” tutur Di Canio dalam sebuah pengalamannya untuk Sunderland. “Apa yang tidak dapat membunuh saya justru membuat saya semakin kuat. Saya sudah tidak bersabar lagi untuk menerima sebuah tantangan baru dengan orang-orang yang tepat. Saya merasa jauh lebih baik ketimbang sebelumnya.”  Berita Bola Online